
Malang – Yayasan Perguruan Islam Darul Hikmah terus memperkuat komitmennya dalam membangun pendidikan Islam yang berkualitas melalui penguatan kolaborasi antarlembaga pendidikan dan pesantren. Langkah tersebut dinilai penting dalam mendukung terwujudnya generasi yang unggul, berkarakter, serta mampu berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Yayasan menegaskan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai keislaman, akhlak, serta karakter. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya menghasilkan lulusan yang cakap secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan tanggung jawab moral.
Yayasan Perguruan Islam Darul Hikmah juga memandang bahwa hadirnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren merupakan tonggak penting yang memberikan pengakuan dan kepastian hukum terhadap eksistensi pesantren sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional. Regulasi tersebut sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi pesantren untuk berkembang sesuai karakteristik dan kekhasannya.Meskipun demikian, implementasi Undang-Undang Pesantren masih memerlukan dukungan dari berbagai pihak. Karena itu, diperlukan sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, lembaga pendidikan Islam, dan seluruh pemangku kepentingan melalui penguatan regulasi, pembinaan kelembagaan, peningkatan mutu pendidikan, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Yayasan menilai bahwa lembaga pendidikan Islam dan pemerintah merupakan mitra strategis yang harus berjalan beriringan dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Sementara itu, H. Maftuh Asmuni, Lc. M.Pd menyampaikan bahwa silaturahmi antarpesantren memiliki nilai strategis dalam memperkuat kualitas pengelolaan lembaga pendidikan Islam.
“Silaturahmi antarpesantren memberikan banyak sekali manfaat. Selain mempererat ukhuwah, forum seperti ini menjadi sarana berbagi pengalaman mengenai berbagai persoalan yang dihadapi pesantren, termasuk strategi menghadapi dinamika penerimaan santri baru. Di samping itu, pesantren juga dapat saling bertukar gagasan tentang pengembangan kemandirian ekonomi dengan memanfaatkan potensi pasar secara lebih produktif, sehingga pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga mampu membangun kekuatan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar H. Maftuh Asmuni.
Melalui berbagai forum silaturahmi dan kerja sama tersebut, Yayasan Perguruan Islam Darul Hikmah berharap terbangun kolaborasi yang semakin erat antarpesantren serta sinergi yang kuat dengan berbagai pemangku kepentingan. Dengan demikian, pesantren diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai pusat pendidikan, dakwah, pemberdayaan masyarakat, sekaligus penggerak kemandirian ekonomi umat.