Pencarian
Banner
Akun Facebook Resmi
Agenda
27 July 2021
M
S
S
R
K
J
S
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
Galeri TKIT
Galeri SDIT
Galeri SMPIT

Vaksinasi: Ikhtiar Kurangi Pandemi

Tanggal : 06/30/2021, 15:59:29, dibaca 43 kali.

Dua tahun lebih pandemi Covid 19 melanda Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat, mulai dari penggunaan masker, mencuci tangan, dan patuh dalam menjaga jarak. Namun sampai hari ini (28/06/2021), tampaknya pandemi belum juga menunjukkan tanda-tanda penurunan.


Sementara itu, banyak kalangan siswa, orang tua, dan guru, sudah merasa bosan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang selama ini dijalanai. Siswa bosan karena harus tetap di rumah. Orang tua bingung, karena sudah capek membagi waktu, konsentrasi dan perhatian, -antara pekerjaan rutin dan pengawasan anak belajar di rumah-. Demikian juga guru, sudah merasa lelah, mengingat PJJ ternyata lebih menyita waktu, persiapan media online yang harus variatif, pelaksanaan pembelajaran yang hanya berhadapan dengan HP atau laptop, penilaian yang rumit, dan masih banyak lagi hal yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan.


Dua tahun PJJ telah menciptakan suasana yang jauh dari harapan. Siswa dan guru tidak saling kenal secara fisik dan mental. Ketuntasan belajar dan ketercapaian kurikulum sangat minim. Sistem dan mekanisme laporan penilaian yang tidak menyeluruh menvakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Keterlibatan dan interaksi siswa sngat rendah. Serta keluhan para orang tua tentang sulitnya pengawasan terhadap anak-anaknya, terutama adanya ketergantungan siswa/anak-anak dengan HP.


Kasus Covid-19, belum menunjukkan adanya indikasi penurunan. Sementara tahun ajaran 2020-2021 telah berakhir, serta tahun pelajaran 2021-2022 tinggal menunggu hari. Jika, PJJ masih diberlakukan untu tahun pelajaran berikutnya, bisa jadi masyarakat pembelajar akan menemukan titik jenuh. Oleh karena itu, setiap orang harus berperan aktif dalam meminimalisasi penyebaran Covid-19. Selain tetap taat dengan protokol Kesehatan, masyarakat juga harus turut serta memanfaatkan fasilitas vaksinasi yang disediakan oleh pemerintah. Vaksinasi yang merupakan salah satu ikhtiar mengurangi penyebaran virus hendaknya disambut dan didukung oleh semua lapisan masyarakat.


Dalam rangka ikut serta menyukseskan program pemerintah Yapidh bekerja sama dengan Puskesmas terdekat telah melakukan vaksinasi antivirus covid untuk semua guru dan karyawan. Vaksinasi yang dilaksanakan Senin, (28/06) ini diikuti oleh 220 guru dan karyawan. Dari daftar tersebut sekitar 165 orang lolos screening dan mendapatkan vaksin tahap 1. Vaksinasi ini, selain sebagai upaya menekan penyebaran virus Covid-19, juga sebagai persiapan menyambut tahun pelajaran 2021-2022, yang rencananya akan dilakukan secara tatap muka.

Vaksinasi ini dibuka langsung oleh Ketua Dewan Pembina Yapidh, ust. Drs. H. Heri Koswara, M.A. Dalam kesempatan sambutannya, ust. Heri mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas kesempatan yang diberikan, sehingga guru dan karyawan Yapidh dapat melakukan vaksinasi. Ucapan terima kasih ini, beliau sampaikan juga kepada nakes Puskesmas Jatiluhur, sebagai tim pelaksana tugas pemberian vaksin. Beliau juga berharap, semoga upaya ini dapat meminimalisasi penyebaran Covid, khususnya di lingkungan yapidh dan masyarakat sekitarnya.


Semoga upaya ini termasuk ikhtiar, yang hasilnya Kembali kita serahkan kepada Allah Swt. (humypd)



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas