Pencarian
Banner
Akun Facebook Resmi
Agenda
11 August 2020
M
S
S
R
K
J
S
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
Galeri TKIT
Galeri SDIT
Galeri SMPIT

Selamat jalan ust. Ahzami ....

Tanggal : 04/05/2020, 14:13:57, dibaca 281 kali.

Hari ini, Ahad 5 April 2020 sekitar jam 06.30. , Yayasan Perguruan Islam telah kehilangan salah satu sosok yang selama ini dijadkan panutan, tidak hanya bagi para santri, tetapi juga para guru dan masyarakat sekitar. Hari ini kaami kehilangan gurunda KH Dr. Ahzami Samiun Jazuli, MA, untuk kembali kepangkuan Allah SWT. Tidak ada kata yang bisa kami ungkapkan selain doa semoga amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan Allah menempatkan di Surga-Nya. Demikan juga keluarga yang ditinggalkan semoga diberi kesabaran dan ketabahan. Aamiin

KH Dr. Ahzami Samiun Jazuli, MA., lahir di Pati 24 Juli 1962, beliau besar di kampung halamannya dan menyelesaikan pendidikan dasar sampai menengah di Raudhatul Ulum, Guyangan - Pati. Setelah itu melanjutkan studi S1 sampai S3 jurusan Ulumul Quran di Universitas Islam Muhammad bin Saud, Riyadh, Saudi Arabia. Setelah menyeleesaikan program Doktor, beliau kembali ke tanah air dan sejak tahun 1996  langsung mengasuh sebuah Yayasan dan Pondok Pesantren Yapidh  di Kp. Pedurenan Kelurahan Jatiluhur Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi. Posisi beliau sebagai Ketua Pengurus Harian di Yapidh, tidak menyurutkan aktivitas beliau sebagai pengajar dan pendidik. Di tengah-tengah kesibukannya beliau masih rutin menerima setoran hafalan santri setiap ba'da subuh. Mengajar mata Pelajaran Tafsir di kelas XII SMIT Yapidh, serta mengisi kajian akhlaq setiap Senin malam dan Kamis malam. 

Selain itu beliau juga aktif di Pasca Sarjana UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Sekilah Tinggi Ilmu Ushuludin (STIU) Darul Hikmah Bekasi, dan beberapa perguruan tinggi lainnya. Beliau juga aktif mengisi kajian Islam di TVOne, TVRI, ElshintaTV, dll. Sebagai salah satu ahli tafsir di Indonesia dan pernah mendapatkan predikat lulusan terbaik, beliau juga menulis beberapa buku di antaranya Hijrah dalam Pandangan Alquran, Kehidupan dalam Pandangan Alquran, dll. Sosok yang semasa hidupnya diamanahi seorang istri dan 10 anak (6 laki-laki dan 4 perempuan) serta beberapa cucu ini, dikenal sangat dekat dengan para santri bahkan mengenal karakter sebagian santri yang ada di Yapidh. 

Ada beberapa kenangan bagi santri dan guru Yapidh, misalnya dalam sebuah acara wisuda kelulusan siswa dan santri, beliau pernah berpesan, "Silakan kalian kuliah di mana saja, UI, UGM, ITB, atau kampus mana saja baik di dalam negeri maupun luar negeri, tetapi kalian harus ingat satu hal, yaitu sebagai lulusan pondok pesantren kalian adalah duta-duta dakwah. Tetaplah mengamalkan dan meyebarkan ajaran Islam di manapun kalian berada ..."

Dalam kesempatan lain beliau berpesan dan memotivasi para guru, "Wahai para guru, ustadz dan ustadzah sekalian, secara materi guru memang berpenghasilan minim. Namun, kita perlu menyadari bahwa profesi guru di mata Allah adalah profesi paling kaya. Bayangkan, kita hanya bisa solat, zakat, puasa, dan haji jika kita masih hidup. Demikian pula kita hanya bisa bersedekah jika kitapun masih hidup. Artinya semua amalan kita akan terputus jika kita sudah mati. Akan tetapi, para guru sekalian harus tahu, bahwa profesi guru tugasnya adalah mengajar, mentransfer ilmu kepada murid-muridnya. Bukankah haditsnya jelas, bahwa pahala yang akan terus mengalir walaupun kita sudah meninggal dunia, salah sarunya adalah ilmu yang bermanfaat. Jadi itulah sebabnya, mengapa kita ini, yang berprofesi sebagai guru adalah orang kaya di hadapan Allah SWT., karena sebab ilmu kita, insya Allah pahala kita akan terus mengalir ..."

Begitu banyak ilmu yang telah beliau ajarkan, begitu banyak santri yang telah engkau antar menuju keimanan dan ketakwaan, begitu banyak guru yang termotivasi bimbingannya, dan begitu banyak jamaah yang akan mengamalkan ilmu dari belau. Inilah salah satu yang kita doakan semoga pahala ilmu yang telah beliau ajarkan senantiasa menjadi pahala yang senantiasa mengalir. 

Bekasi 05 April 2020




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas